Thalasemia
?
Thalasemia adalah sekelompok heterogen gangguan genetik pada sintesis Hb yang ditandai dengan ada atau berkurangnya sintesis rantai globin. Thalasemia diwariskan sebagai sifat kodominan autosomal. Bentuk heterozigot (Thalasemia minor atau sifat thalasemia) mungkin asimptomatik atau bergejala ringan. Bentuk homozigot, thalasemia mayor, berkaitan dengan anemia hemolitik yang berat.
?
?
HbA adalah suatu tetrameter yang terdiri atas dua rantai alpha dan dua rantai beta. Rantai alpha dikode oleh dua gen alpha globin, yang terletak beriringan dikromosom 11. Sebaliknya rantai beta dikode oleh sebuah gen beta globin yang terletak pada kromosom 16.
?
KLASIFIKASI THALASEMIA SECARA KLINIS DAN GENETIS
|
Tatanama Klinis?????????? Genotipe???????????????????? Penyakit?????????????????????? Genetika Molekular |
|
Thalasemia ?
homozigot (?o/?o);? transfusi darah?????????? jarang pada ?o/?o Thalasemia ?+ secara berkala?????????? Defek pada homozigot (?+/?+)???????????????????????????????????? pemrosesan transkripsi, atau translasi mRNA ? globin Thalasemia minor??????? ?o/??????????????????????????? Asimptomatik ?+/?????????????????????????? dengan anemia; ditemukan
Thalasemia ?
tidak tampak kelainan SDM Sifat thalasemia-???????? -?/?? (Asia)??????????? Asimptomatik;????????????? Terutama -?/-? (Afrika?????????? seperti thalasemia???????? ?delesi gen kulit hitam)??????????? minor Penyakit HbH??????????? -/-??????????????????????????? Anemia berat, Tetramer ? globin (HbH)terbentuk di SDM
? ? |
?
Thalasemia dibagi menjadi 2 yaitu thalasemia-? dan thalasemia-?. Pada thalasemia-? dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori:
- Thalasemia ?o, berkaitan dengan ketiadaan total rantai ?-globin pada keadaan homozigot
- Thalasemia ?+, ditandai dengan penurunan (tetapi masih dapat dideteksi) sintesis ?-globin pada keadaan homozigot
?
Talasemia ?
Talasemia beta dikklasifikasikan menjadi 2 kategori: talasemia? yang berikatan dengan ketiadaan total rantai beta globin pada keadaan homozigot dan kondisi pasien parah yang memerlukan transfuse secara berkala, dan talasemia yang ditandai dengan penurunan beta globin pada keadaan heterozigot pada talasemia ini sifat penyakitnya asimtomatik dengan anemia ringan atau tanpa anemia dan ditemukan kelainan SDM. Penentuan sekuensi beta globin yang berhasil di klona dan diperoleh dari pasien talasemia berhasil mengungkapkan lebih 100 mutasi penyebab talasemia talasemia ?0 atau ?+. Berbeda dengan talasemia alpha yang disebabkan oleh delesi gen.
?
Patologi thalasemia ? ada di lampiran
?
Talasemia ?
Thalasemia-? sebagian besar disebabkan oleh delesi lokus gen ?-globin. Rantai alpha yang tidak berpasangan membentuk agrerat tak larut yang mengendap di SDM. Badan sel ini merusak membrane sel, mengurangi plastisitas, dan menyebabkan SDM rentan terhadap fagositosis oleh system fagosit mononukleus. Yang tidak terjadi tidak saja kerentanan SDM matur terhadap destruksi premature, tetapi juga kerusakan sebagian besar eritroblas di dalam sumsum tulang karena adanya badan inklusi yang merusak membrane. Destruksi SDM intramedula ini menimbulkan efek merugikan lainnya: peningkatan penyerapan zat besi dalam makanan yang berlebihan sehingga pasien kelebihan zat besi. Karena terdapat 4 gen? ?-globin fungsional, terdapat empat derajat kemungkinan thalasemia-?, didasarkan pada hilangnya satu sampai empat gen ?-globin dari kromosom.
Apabila tiga gen alpha globin hilang, terdapat kelebihan relatif beta globin atau rantai alpha globin lainnya. Kelebihan beta globin membentuk tetramer beta 4 dan gamma 4 yang relatif stabilyang masing-masing dikenal sebagai HbH dan Hb Bart. Tetramer ini tidak terlalu merusak membran dibandingkan dengan alpha globin bebas. Oleh karena itu, anemia hemolitik dan eritopoisis yang inefektif cenderung lebih ringan pada talasemia alpha daripada talasemia beta. Sayangnya, HbH dan Hb Bart memiliki afinitas yang terlalu tinggi terhadap O2 sehingga keduanya kurang efektif untuk menyalurkan O2 ke jaringan.
?
?
?
Treatment thalasemia:
1.??????????? Transfusi diberikan untuk mempertahankan kadar Hb
2.??????????? manfaat transfuse ekspansi bone narrow meminimalkan dilatasi cardiac dan osteoporosis. Pemberiannya 15-20 ml/kg berupa packed cells diberikan bersama 4-5 minggu
3.??????????? cross maching menjaga agar tidak terjadi alloimunisasion dan mencegah terjadinya reaksi transfuse
4.??????????? penggunakan packed RBc yang fress sangat mungkin, tapi dengan menggunakan meticoulos care dan febrile reacsion. Semua hal diatas bisa diminimalkan dengan memberikan transfuse berupa frozen blood atau leukosit poor red blodd cell preparation dan juga dengan bemperian antipiretik.
5.??????????? Hemosidorosis dapat terjadi setelah transfuse karena setiap 500 ml darah yang di transfusi mengandung 200 mg besi yang akan menuju jaringan, penumpukan besi tidak dapat ditoleransi tubuh dan harus dikeluarkan oleh obat.
6.??????????? ?hemosidosis dapat dikurangi dengan penggunaan iron- chelating drugs contoh deferoxamin atau deferseral. Cara kerja obat ini dengan membuang dengan mengekskresikan lewat urin. Dalam pemberian obat ini harus tetap mempertahankan kadar darah tinggi. Pemberiannya dengan subkutan 8 sampai 12 jam menggunakan
7.??????????? splenomegali biasanya disebabkan hipertransfusi hal ini karena hasil ekstra medullary eritropoesis, terapinya biasanya splenoktomi jika oragannya besar atau sekundari hipersplenisme.
8.??????????? efek samping dari splenoktomi biasanya sepsis dan tambah berat penyakitnya. Biasanya pemberian ketika terjadi peningkatan transfuse biasanya melebihi 240 ml/tahun.
9.??????????? pemberian imunisasi hepatitis B dan hematococal, vaksin polisakarida dibutuhkan.
10.??????? terapi yang paling baik adalah transplantasi bone narrow angka kesuksesannya meningkat.
?
Keterangan
1)a. Reaksi hemolitik
- Tipe yang paling parah, tapi jarang: menggigil dan gemetar
- ketidakcocokan darah: demam
- ketidakcocokan pada transfusi multifel:
- nyeri pada area tusukan jarum dan sepanjang jalar vena
- mual/muntah
- sensasi sesak di dada
- urin kemeraha atau hitam
- sakit kepala
- nyeri panggul
- tanda progresif syok/gagal ginjal
b. Reaksi demam
1.????? Antibodi leukosit atau trombosis: demam
2.????? Antibodi protein plasma : Mengigil
c. Reaksi alergi
- Resipien bereaksi terhadap alergen dalam darah : urticaria, kemerahan pada wajah, mengi asmatif dan edema laring, overload sirkulasi
d. Overload sirkulasi
- transfusi terlalu cepat (bahkan dalam jumlah kecil sekalipun) : nyeri prekordial, dipsneu, rales, sianosis, batuk kering
- kelebihan jumlah darah yang ditransfusi (bahkan jira lambat sekalipun) : vena leer distency
e. Emboli udara
- Dapat terjadi bila darah ditransfusikan di bawah tekanan: kesulitan bernafas yang tiba-tiba, nyeri tajam di dada, ketakutan
f. Hipotermia ?????????? : menggigil, suhu rendah, frekuensi jantung tidak teratur, kemungkinan henti jantung
g. Gangguan elekrolit
1. hiperkalemia (pada transfusi masif atau pada pasien dengan masalah ginjal) : mual,?? muntah, kelemahan otot, paraliksis flaksid, parestesia extremitas, bradikardi, ketakutan, henti jantung
Reaksi lambat
Penularan infeksi
- hepatitis
- HIV
- Malaria
- s?filis
- Bakteri atau virus
- dll
?
Diagnosa keperawatan??????????? :
Risiko cedera berhubungan dengan jumlah hemoglobin yang abnormal, penurunan jumlah oksigen, dan respon dari transfusi.
?
DO
- Dispnea
- Kelelahan, sakit kepala dan palor
- Peningkatan nadi
- Sianosis
?
Hasil yang diharapkan:
Anak akan menghindari situasi pengurangan kebutuhan oksigen jaringan dan menadekuatkan oksigenasi jaringan
?
?
|
Intervensi |
Rasional |
|
|
Diagnosa Keperawatan:
Perubahan tumbuh kembang berhubungan dengan penurunan kemampuan fisik yang disebabkan oleh kelainan hematology dan efek penyakit dan terapi.
?
DO:
-????????? Perubahan pertumbuhan fisik:
a.?????? Timbulnya bercak di kulit
b.????? Klien terlihat lelah
c.?????? Klien membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya
d.????? Pada usia remaja terjadi pubertas yang terhambat atau tidak terjadi (menstruasi yang terhambat, tidak tumbuh payudara)
e.?????? Klien jarang bermain dengan teman sebayanya karena harus menjalani terapi dan sering kelelahan
f.?????? Klien malas ke sekolah karena klien mengalami hambatan kognitif disebabkan kekurangan Hb
-????????? Ketidakmampuan melakukan keterampilan-keterampilan
-????????? Afek datar
-????????? Klien tampak pucat
-????????? Sering mengalami sinkope
?
Kriteria Hasil:
Anak akan menunjukan adanya peningkatan dalam perilaku social, kognitif, aktivitas motorik sesuai kelompok usianya.
?
|
Intervensi ? |
Rasional ? |
|
Kaji factor penyebab dan factor penunjang: -????????? kurang pengetahuan orang tua -????????? penyakit kronis -????????? konflik orang tua dan anak -????????? perubahan lingkungan ? Ajari orang tua tentang tugas-tugas perkembangan sesuai dengan usia dan informasi pedoman bagi orang tua ? ? ? ? ? Secara hati-hati kaji tingkat perkembangan anak pada semua area fungsi dengan menggunakan alat pengkajian khusus (miss, DDST) ? ? Berikan kesempatan anak yang sakit untuk melaksanakan tugas perkembangan sesuai dengan usia. ? ? ? Contoh intervensi pada tahap pertumbuhan remaja dengan thalasemia: -????????? sering berbicara dengan anak tentang perasaan, ide-ide, perhatian akan kondisi dan perawatannya -????????? berikan kesempatan untuk berinteraksi dengan anak yang lain yang seusia di bangsal atau unit -????????? identifiksi minat atau hobi yang dapat di dukung dengan sarana yang ada dan dukung untuk melakukan hal tersebut setiap hari -????????? biarkan rutinitas rumah sakit sesuai jadwal anak-anak -????????? gunakan pakaian dengan pakaiannya sendiri jika memungkinkan -????????? libatkan dalam pembuatan keputusan tentang perawatannya -????????? berikan kesempatan untuk terlibat pada berbagai kegiatan (missal, membaca, video game, nonton film) -????????? anjurkan orang tua, saudara kandung dan teman-teman sebayanya untuk mengunjungi langsung atau melalui telepon. |
Mengetahui sebab? adanya perubahan pertumbuhan dan perkembangan dan factor penunjang yang dapat memperberat kondisi klien ? ? ? Setiap tahap perkembangan mempunyai tugas perkembangan yang berbeda-beda untuk itu orang tua harus memahami tahap dan tugas tumbuh kembang anak sesuai usia ? ? ? Agar hasil yang di dapat akurat karena pada penyakit kronik banyak factor yang mempengaruhi factor penmyebab keterlambatan tersebut ? ? Biasakan anak tetap melakukan tugas perkembangannya (mis: bermain dengan teman sebayanya). Hal ini akan membuat anak hidup normal seperti anak yang lainnya. |
?
Diagnosa Keperawatan:
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,penurunan oksigen ke jaringan.
DO:
- kadar Hb turun
- hipoksia
- pucat
- pusing
- kunang-kunang
- berkeringat
- keletihan (lemas, postur loyo, gerakan lambat)
- sinkop
?
|
No |
Intervensi keperawatan |
Rasional |
|
1 |
Observasi adanya tanda kerja fisik (takikardi, palpitasi, takipnea, dispnea, napas pendek, hiperpnea, sesak napas, pusing, kunang-kunang, berkeringat) dan keletihan |
Untuk merencanakan istirahat yang tepat |
|
2. |
Pertahankan posisi fowler- tinggi |
Untuk pertukaran udara yang optimal |
|
3. |
Beri oksigen suplemen |
Untuk meningkatkan oksigen ke jaringan |
|
4. |
Ukur tanda vital selama periode istirahat |
Untuk meningkatkan nilai dasar perbandingan selama periode aktivitas |
|
5. |
Antisipasi dan bantu dalam aktivitas kehidupan sehari-hari yang mungkin diluar batas toleransi anak |
Untuk mencegah kelelehan |
|
6. |
Beri aktivitas bermain pengalihan yang meningkatkan istirahat dan tenang |
Untuk mencegah kebosanan dan menarik diri |
|
7. |
Rencanakan aktivitas keperawatan |
Untuk memberikan istirahat yang cukup |
?
?
Popularity: 10% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- thalasemia (38)
- fraktur (35)
- etiologi thalasemia (29)
- klasifikasi thalasemia (27)
- patofisiologi thalasemia (13)
- ALPHA DALAM KEPERAWATAN (10)
- Thalasemia adalah (9)
- asuhan keperawatan talasemia (9)
- referensi keperawatan (8)
- thalasemia minor (5)
Diabetes Mellitus pada Anak
Diabetes melitus adalah gangguan endokrin yang paling banyak dijumpai. Gejal-gejala akut diabetes miletus disebabkan oleh efek insulin yang tidak adekuat. Salah satu gambaran diabetes miletus yang paling menonjol adalah peningkatan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi.
?
?
?
?
?
Terdapat dua jenis diabetes melitus yang paling sering terjadi apa anak. Diabetes melitus tipe I? (tergantung insulin) yang mencakup sekitar 10-20 % dari semua kasus diabetes, ditandai dengan tidak adanya sekresi insulin. Pada diabetes melitus tipe II (tidak tergantung insulin) sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi sel-sel sasaran insulin mungkin kurang peka terhadap hormon ini dibandingkan dengan normal.
Popularity: 9% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- askep dm pada anak (85)
- askep diabetes melitus pada anak (29)
- askep idiopatik DM (8)
- askep idiopatik dm pada anak (5)
- penyakit diabetes miletus (5)
- idiopatik dm (5)
- Glukouria (5)
- askep dm pd anak (4)
- asuhan keperawatan pada bayi dengan resiko idiopatik Dm (3)
- askep juvenil dm pada anak (3)
Hirschsprung
1. Definisi Hirschsprung
Hirschsprung atau ?Mega Colon adalah ?penyakit yang ?tidak adanya sel – sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid kolon dan ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan (Betz & Sowden : 2000).
Pada tahun 1886, Harold Hirschsprung mengemukakan 2 kasus obstipasi sejak lahir yang dianggapnya disebabkan oleh dilatasi kolon. Kedua pasien tersebut meninggal. Dikatakan pula bahwa keadaan ini merupakan kesatuan klinik tersendiri dan sejak itu disebut sebagai penyakit hirschsprung atau megakolon kongenital
Pada intinya penyakit ini adalah ?penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi. Penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya, misalnya sindroma Down.
Penyakit ini baru dapat didiagnosa pada periode usia bayi sampai balita, kejadiannya lebih sering pada laki-laki daripada perempuan (4:1) dan Insidensi kejadiannya 1 pada 5000 kelahiran hidup.
Popularity: 10% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- hirschsprung (24)
- penatalaksanaan mandiri perawat kanker rektum (18)
- etiologi hirschprung (14)
- penyakit hirsprung (11)
- gerakan dan sekresi gastrointestinal (10)
- penyakit hirschsprung (6)
- pleksus mesentrikus (6)
- askep hirsprung disease (6)
- DEFINISI HIRSCHSPRUNG (6)
- askep anak dengan hirschprung (4)
Fraktur (patah tulang) yang sering terjadi pada lansia
Fraktur merupakan salah satu masalah musculoskeletal (tulang dan otot) yang sering terjadi pada manusia lanjut usia, dan fraktur yang berhubungan dengan osteoporosis dianggap yang paling menyebabkan morbiditas dan disalbilitas pada lanjut usia. Pada tulisan ini, penulis akan mencoba membahas tiga jenis fraktur berdasarkan lokasinya yang sering terjadi pada lansia yaitu (1) fraktur kompresi Vertebra, (2) fraktur panggul, dan (3) fraktur pinggul.

Popularity: 14% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- fraktur pada lansia (149)
- fraktur (69)
- fraktur panggul (59)
- patah tulang pada lansia (35)
- fraktur pada usia lanjut (23)
- fraktur lansia (23)
- fraktur pada orang tua (16)
- fraktur pinggul (16)
- fraktur kompresi (14)
- fraktur tulang panggul (13)
Tugas Kuliah
Popularity: 7% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
Filed under Zona Mahasiswa | Tags: kuliah, mahasiswa, materi, referensi keperawatan | Comment (0)SUSUK KB (IMPLAN)
Susuk: Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam.
Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api. Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi? Cara pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih.? Sebelum pemasangan Implan sebaiknya kesehatan Ibu diperiksa terlebih dahulu,dengan tujuan untuk mengetahui apakah Ibu bisa memakai Implan atau tidak.
?
Cara Kerja
Sama dengan pil namun susuk ditanamkan di dalam kulit, biasanya di lengan atas. Implan mengandung progesteron yang akan terlepas secara perlahan dalam tubuh.
?
Popularity: 85% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- kb implan (1959)
- kb implant (1534)
- kb susuk (721)
- susuk kb (599)
- kb susuk implant (364)
- implan KB (299)
- efek samping KB Implan (199)
- kb susuk implan (177)
- KB INPLAN (175)
- cara pemasangan implant (166)
SP 1 Defisit Perawatan Diri
1.????????????????????????????? PROSES KEPERAWATAN
Kondisi klien: Ibu X 75 tahun, dibawa ke panti oleh keluarganya karena sering mengeluyur. Terakhir kali mengeluyur, Ibu X dibawa pulang oleh tetangganya yang melihat Ibu X hampir tertabrak sepeda motor karena menyebrang sembarangan. Ketika ditanya oleh perawat Ibu X mengatakan tidak betah di rumah Karena anaknya jarang di rumah. Pada saat wawancara, Ibu X terlihat cemas dan gelisah selain itu sering berbicara yang kurang dapat dimengerti karena susunan katanya buruk. Pakaian Ibu X terlihat tidak rapih, dan bau badannya tidak sedap. Dan ketika diminta mandi, Ibu X selalu mengatakan baru saja mandi padahal bau badannya tidak sedap.
Diagnosa Keperawatan:????????? Defisit Perawatan Diri: mandi
Tujuan Khusus:
1.????? Klien dapat membina hubungan saling percaya.
2.????? Klien mengetahui pentingnya perawatan diri.
3.????? Klien mengetahui cara-cara perawatan diri.
4.????? Klien dapat melaksanakan perawatan diri dengan bantuan perawat.
5.????? Klien dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri.
6.????? Klien mendapatkan dukungan dari keluarga untuk meningkatkan perawatan diri.
Tindakan Keperawatan:
1.1.1. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
1.1.2. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan.
1.1.3. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yg disukai klien.
1.1.4. Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap berinteraksi dengan klien.
1.1.5. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
1.1.6. Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien. Dengarkan dengan penuh perhatian.
1.1.7. Hindari respon mengkritik atau menyalahkan saat klien mengungkapkan perasaanya.
1.1.8.? Buat kontrak interaksi yang jelas.
2.1.1.? Diskusikan dengan klien :
??? Penyebab klien tidak merawat diri.
??? Manfaat menjaga perawatan diri untuk keadaan fisik, mental, dan sosial
??? Tanda-tanda perawatan diri yang baik.
??? Penyakit atau ganguan kesehatan? yang dialami klien jika perawatan diri tidak diperhatikan.??????
3.1.1.????? Diskusikan tentang frekuensi menjaga perawatan diri selama ini :
??? Mandi.
??? Gosok gigi.
??? Keramas.
??? Berpakaian.
3.2.1.????? Diskusikan cara praktek perawatan diri yang baik dan benar :
??? Mandi.
??? Gosok gigi.
??? Keramas.
??? Berpakaian.
3.3.1.?? Berikan pujian untuk setiap respon yang positif.
4.1.1.????? Bantu klien saat perawatan diri.
??? Mandi.
??? Gosok gigi.
??? Keramas.
??? Berpakaian.
4.1.2.????? Beri pujian setelah klien selesai melaksanakan perawatan diri.
4.1.3.????? Tanyakan bagaimana perasaan klien setelah melakukan perawatan diri.
5.1.1.????? Pantau klien dalam melaksanakan perawatan diri (mandi, gosok gigi, keramas, dan ganti pakaian).
5.1.2.????? Beri pujian saat klien melakukan perawatan diri secara mandiri.
5.1.3.????? Tanyakan bagaimana perasaan klien jika melakukan perawatan diri secara baik dan benar.
?
TINDAKAN KEPERAWATAN
ORIENTASI
1.????? Salam terapeutik:
Selamat pagi, perkenalkan nama saya Fergy. Saya perawat di panti ini, nama ibu siapa dan lebih senang dipanggil apa?
2.????? Evaluasi validasi: bagaimana perasaan ibu hari ini?
3.????? Kontrak:
Ibu X, sekarang saya ingin ngobrol serta membicarakan kegiatan apa saja yang biasa Ibu lakukan di rumah. Kurang lebih selama 30 menit. ibu ingin kita ngobrol di mana? Bagaimana kalau di taman sebelah sana, ibu setuju?
KERJA
1.????? Apa yang menyebabkan ibu X dibawa kesini?
2.????? Sebelum berada di sini, ibu tinggal di mana dan bersama siapa?
3.????? Apa ada yang mengganggu pikiran dan perasaan ibu X pagi ini?
4.????? Apa yang menyebabkan ibu X menjadi tidak suka mandi dan berpakaian yang rapih?
5.????? Lalu, menurut Ibu apa manfaat dari menjaga dan merawat kebersihan diri Ibu ?
6.????? Sekarang saya ingin bertanya pada Ibu X, menurut Ibu tanda-tanda perawatan diri yang baik itu seperti apa?
7.????? Ibu sudah tahu belum penyakit apa saja yang bisa Ibu derita bila Ibu tidak melakukan perawatan diri dengan baik?
8.????? Selama di rumah, seberapa sering Ibu melakukan perawatan diri seperti mandi, gosok gigi, dam keramas?
9.????? Menurut ibu, apakah cara perawatan diri yang Ibu lakukan selama ini sudah benar? Coba perlihatkan kepada saya.
10.? Wah bagus sekali itu bu, dan akan lebih bagus lagi bila Ibu melakukannya seperti ini.
11.? Ayo bu sekarang kita coba melakukan apa yang telah Ibu katakan tadi.
12.? Wah ternyata Ibu cepat sekali dalam belajar, hanya perlu sering dilatih lagi dan Ibu akan bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan saya.
13.? Nah sekarang mari kita membuat jadwal untuk melakukan perawatan diri ibu, supaya ibu lebih terampil lagi dalam melakukan perawatan diri.
?
TERMINASI
1.????? Evaluasi Subjektif:? bagaimana perasaan ibu setelah kita ngobrol dan melakukan perawatan diri tadi?
2.????? Evaluasi Objektif:?? coba Ibu ulangi bagaimana cara mandi yang baik?
3.????? Tindak lanjut klien: setelah ini, jika ibu memerlukan bantuan dalam merawat diri Ibu dapat memanggil saya di ruangan itu, bisa bu?
4.????? Kontrak yang akan datang: besok saya akan datang lagi pukul 10 pagi, kita akan berdikusi tentang berdandan.
Baiklah ibu X, sudah 30 menit? ya, ngobrol-ngobrol kita sudah selesai. Saya permisi dulu ya bu dan selamat beristirahat. Selamat pagi
Popularity: 18% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- defisit perawatan diri (407)
- SP defisit perawatan diri (378)
- SP 1 defisit perawatan diri (48)
- makalah defisit perawatan diri (37)
- strategi pelaksanaan DEFISIT PERAWATAN DIRI (33)
- askep defisit perawatan diri (32)
- defisit perawatan diri mandi (27)
- defisit keperawatan diri (26)
- devisit perawatan diri (19)
- contoh Sp defisit perawatan diri (16)
Neonatus
Kasus:
S, 32 tahun, G1P1A0, baru saja melahirkan bayi laki-laki 8? jam yang lalu dengan BB 2900gr, P.badan 50 cm. APGAR score 9/10. dari hasil pengkajian, perawat menemukan verniks kaseosa. Terlihat rabas encer (witch?s milk). Selain itu, didapatkan refleks-refleks normal pada bayi seperti moro refleks dan stepping refleks. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data TD 78/42 mmHg, suhu 36,5? C RR 53/menit, lingkar kepala 35 cm. ASI Ny. S belum keluar sehingga bayi belum mendapatkan asupan nutrisi. Ny. S mengatakan dirinya Ny belum terlalu mengerti mengenai perawatan bayi. Ny. S mengatakan belum pernah mendapatkan informasi mengenai perawatan bayi dari tenaga kesehatan.
Pertanyaan:
1. Jelaskan tanda-tanda yang didapatkan pada bayi tersebut berdasarkan pengkajian!
2. Jelaskan refleks-refleks normal yang terdapat pada bayi!
3. Buatlah Asuhan Keperawatan berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan!
Popularity: 8% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- neonatus (38)
- pengkajian neonatus (20)
- pengkajian fisik bayi baru lahir (17)
- pengkajian fisik pada bayi baru lahir (8)
- pengkajian pada neonatus (7)
- refleks-refleks pada bayi (5)
- pengkajian fisik neonatus (4)
- pengkajian pada bayi baru lahir (4)
- pengkajian fisik pada bayi (3)
- pengkajian fisik pada neonatus (3)