Peranan komputer dalam kesehatan, 16 Desember 2009

December 15th, 2009

Seminar ini berjudul:
Peranan komputer dalam kesehatan:
Penelitian mengenai brain-computer interface (BCI) dan pengembangan alat-alat kesehatan berbasis nuklir

Pembicara Tamu: Dr. I Putu Susila
Hari/Tanggal : Rabu, 16 Desember 2009
Waktu: 13.00-14.30 wib
Tempat: Aula Fasilkom UI (Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia)

Gak perlu bingung apalagi resah, karena perawat Indonesia jaman sekarang harus melek teknologi, jangan mau kita hanya puas dengan ilmu medis dan keperawatan yang diajarkan di bangku-bangku kuliahan. Perkembangan teknologi kesehatan pun merupakan hal yang perlu perawat Indonesia juga pahami. Oleh karena itu datanglah ke seminar ini, karena hanya perawat dengan pengetahuan lebih lah yang akan tetap selamat di masa mendatang di era globalisasi. berikut adalah sedikit penjelasan mengenai apa yang akan di bahas di seminar ini:

Brain-computer interface (BCI) merupakan teknologi pengendalian suatu perangkat tanpa menggunakan otot, suara dan sebagainya yang melibatkan fungsi motorik. Dengan kata lain, teknologi BCI merupakan teknik pengendalian suatu perangkat memakai “pikiran”. Diharapkan BCI dapat dimanfaatkan untuk sarana komunikasi bagi penderita lumpuh total, untuk rehabilitasi dan bisa juga dimanfaatkan untuk teknik kendali dalam game komputer. Sebuah sistem BCI terdiri dari pengukuran sinyal otak (contohnya dengan EEG: electroencephalogra m, NIRS: near-infrared spectroscopy, fMRI: functional magnetic resonance imaging, dsb), pengolahan sinyal otak tersebut untuk mendeteksi pola-pola unik yang akan diterjemahkan menjadi perintah (misalnya pola otak saat rileks, melakukan perhitungan matematis, membayangkan gerakan tangan, dsb), pengontrolan perangkat dengan perintah-perintah yang sudah terdeteksi, dan pembuatan perangkat lunak/keras yang bisa dikendalikan dengan sistem BCI. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan user dalam mengoperasikan BCI, perlu juga diadakan training secara online. Dalam kesempatan ini penulis akan memperkenalkan penelitian mengenai pengembangan perangkat lunak untuk mewujudkan BCI, pendeteksian perintah dari EEG dengan menggunakan linear discriminant analysis (LDA) dan support vector machine (SVM), serta efek training terhadap pola-pola sinyal otak. Diharapkan dengan pengenalan ini, dapat diketahui apakah BCI itu, dan permasalahan- permasalahan apa saja yang harus dipecahkan untuk mewujudkan BCI. Selanjutnya, akan diperkenalkan pula mengenai penelitian saat ini yang sedikit berbeda dengan BCI tapi masih menyangkut masalah kesehatan, yaitu mengenai pengembangan alat-alat kesehatan yang berbasis nuklir seperti: pesawat sinar-x diagnostik, kamera gamma, renograf, dsb.

Biography
I Putu Susila lahir tahun 1978 di Cempaga, sebuah desa bali aga di Bali utara. Setelah lulus SMA kemudian mendapat kesempatan untuk kuliah di Tokyo Institute of Technology pada jurusan Electrical and Electronic Engineering dengan beasiswa dari STAID-BPPT dan lulus pada tahun 2002. Program master diselesaikan pada tahun 2004 di universitas yang sama pada jurusan Communication and Integrated System. Selanjutnya pada tahun 2006 mendapat beasiswa dari Monbukagakusho untuk meneruskan ke program doctor pada jurusan Electronic Engineering, Tohoku University. Setelah lulus S3 tahun 2009, kembali bekerja di Pusat Pengembangan Perangkat Nuklir, BATAN. Penelitian yang diminati yaitu: embedded system (mikrokontroler dan FPGA), pengembangan perangkat lunak dan soft computing.

Sumber: Salman Salsabila, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, disampaikan via milis.

Popularity: 13% [?]

Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:

Share

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes