Negativisme, Mengenali Untuk Menyiasati
Apa Itu Negativisme?
Negativisme adalah fase normal yang dilalui setiap anak. Sikap ini biasanya muncul pada usia 2-3 tahun. Cirinya adalah respon negative anak pada segala sesuatu. Anak akan selalu berkata “tidak” dengan segala sesuatu yang ditawarkan atau diperintahkan padanya.
Sikap ini bukanlah ekspresi dari keras kepala atau tidak hormat tapi kebutuhan untuk mengendalikan sesuatu atau menunjukkan keinginan untuk independent. Jadi batita umumnya ditandai dengan “AKU”, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya “power”.
Faktanya
Banyak orang tua yang tidak memahami fakta ini. Sehingga seringkali orang tua melakukan pendekatan yang salah. Misalnya, karena anak cenderung menolak jika disuruh makan, orang tua jadi khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi,?akibatnya orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara-cara tersebut harus dihindari.
Selain itu kadang pada usia ini, orang tua juga menerapkan harapan yang terlalu tinggi anak. Orang tua ingin apapun keinginan dan perintahnya akan dipatuhi oleh anak, sehingga kadang malah menimbulkan sikap oposisi pada anak.
Semakin Dipaksa Akan Semakin Melawan
Sikap-sikap memaksa yang dilakukan orang tua justru hanya memperburuk keadaan. Anak akan semakin keras dan menentang. Misalnya realisasinya anak malah akan melakukan penolak terhadap makanan tertentu. Tidak heran jika ada orang dewsa yang tidak mau makan nasi atau sayur. Bisa jadi karena trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.
Bagaimana Menyiasatinya?
Salah satunya adalah dengan mengurangi kesempatan untuk jawaban “tidak”. Jangan bertanya “apakah kamu mau tidur sekarang?” pada anak tapi lakukan pendekatan dengan mengatakan pada anak kapan saatnya untuk tidur (lebih baik lagi jika diberitahukan pula waktu yang spesifik, “setelah dibacakan dongeng” misalnya).
Dalam usahanya untuk mengontrol, anak suka membuat pilihan. Orang tua bisa memberikan pilihan untuk anak “kamu boleh makan permen atau agar-agar”. Kalau respon anak tetap negative, orang tua harus tetap tenang dan bersikap menenangkan.
Toddler suka bermain dan tantangan. Ketika kita ingin memerintahkan sesuatu seperti “pakai sepatumu”, toddler akan berespon dengan cepat jika ditantang dengan “ayo kita balapan, siapa yang? akan selesai pakai sepatu duluan”. Aturan pentingnya adalah biarkan anak menang.
Pendekatan lainnya adalah sambil bercanda, pekerjaan selesai tanpa kemarahan dan frustasi dengan metode ini. Kalau anak menolak untuk memakai sepatunya, orang tua bisa berespon dengan, berpura-pura mencoba meakai sepatu tersebut, berpura-pura memaksa sepatu itu masuk ke kaki kita, permainan ini akan berakhir dengan penolakan anak “jangan, itu sepatu aku” dan kemudian dia memakainya.
Sekian tentang negativisme. Semoga dengan mengenalinya, anda dapat menyiasatinya dan menjalani hari-hari yang lebih menyenangkan dengan batita anda. Untuk masa depannya yang lebih baik.
Daftar Pustaka
Penyebab Anak Susah Makan diambil dari http://vinadanvani.wordpress.com/2008/01/17/penyebab-anak-susah-makan/ pada 25 November 2008
Pengendalian Diri diambil dari http://www.morinagaplatinum.com/learn/article-and-tips/toddlers/child-development/development-milestones/pengendalian-diri-.aspx#title pada 25 November 2008
?
Popularity: 4% [?]
Kata kunci yang berhubungan dengan artikel ini:
- negativisme (89)
- negativisme pada anak (24)
- Negativisme adalah (22)
- pendekatan negativis (12)
- negativisme pada todler (12)
- pendekatan negativisme (5)
- negativisme pada toddler (4)
- sikap negativisme (4)
- negativisme pada anak todler (3)
- negativisme toddler (3)
Leave a Reply